- Magister Manajemen Rumah Sakit Universitas Sanggabuana
- Magister Hukum Kesehatan Universitas Islam Nusantara
- Magister Manajemen Rumah Sakit Universitas Gajayana
- MMRS Magister Manajemen Rumah Sakit ARS University
- Magister Manajemen Rumah Sakit Universitas Sanggabuana
- Magister Hukum Kesehatan Universitas Islam Nusantara
- Magister Manajemen Rumah Sakit Universitas Gajayana
- MMRS Magister Manajemen Rumah Sakit ARS University
- Magister Manajemen Rumah Sakit Universitas Sanggabuana
- Magister Hukum Kesehatan Universitas Islam Nusantara
MMRS Magister Manajemen Rumah Sakit ARS University

Keterangan Gambar : Y
Program Magister Manajemen Rumah Sakit (MMRS) Universitas ARS University Bandung kembali membuka penerimaan mahasiswa baru untuk tahun akademik 2025/2026. Program ini dirancang untuk mencetak tenaga profesional dan manajer rumah sakit yang memiliki kompetensi unggul dalam bidang manajemen layanan kesehatan.
Dengan kurikulum yang terintegrasi antara teori dan praktik, MMRS ARS University mempersiapkan lulusan yang mampu menghadapi tantangan manajemen rumah sakit modern, baik di sektor publik maupun swasta. Program ini juga didukung oleh dosen berpengalaman, praktisi kesehatan, serta jejaring rumah sakit yang luas.
Pendaftaran mahasiswa baru dapat dilakukan secara online melalui laman resmi https://pasca.ars-ac.id.
Calon mahasiswa diharapkan segera mendaftar untuk mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari program unggulan ini.
Baca Lainnya :
- Cara Repsol Honda Jaga Kepercayaan Diri Marquez0
- Kalahkan Federer, Djokovic Juara Wimbledon0
- Meski Akui Sudah Sulit Menang, Rossi Belum Mau Menyerah0
- Mandi Wajib Menurut Islam Laki-Laki dan Perempuan0
- Gaung Suara RI dalam Konf. Islam Internasional0
Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal pendaftaran, persyaratan, dan kurikulum, silakan kunjungi situs resmi tersebut.
Tentang MMRS ARS University:
Magister Manajemen Rumah Sakit ARS University berkomitmen mencetak pemimpin di bidang kesehatan yang mampu mengelola rumah sakit dengan profesional, beretika, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebijakan kesehatan global.










